Pulang
Melihat perkembangan kesehatan ibuku, aku cukup merasa tenang dan bahagia. Aku ijin padanya untuk menengok rumahku di Bogor barang seminggu. Entah namanya pulang atau bukan, karena bagiku pulang adalah pulang ke rumah ibuku, hihi.Sebelum pulang ke Bogor aku mengabulkan permohonannya untuk keluar jalan jalan pagi untuk melatih pernafasan, karena dokter menyarankan untuk latihan jalan setiap hari sebanyak 30 menit, untuk persiapan hajinya. Kelas pagi aku cancel.Aku mengikuti ibuku berjalan menuju tukang bubur pinggir jalan raya, mungkin butuh waktu 20 menit untuk kesana dengan jalan santai ibuku.Beberapa ibu nampak pulang dari masjid setelah shalat subuh, lengkap dengan mukena yang masih dipakai dan tangannya menyandang sajadah.Kami menyapa ramah.Seorang ibu membalas :"wah sekarang ada pendereknya ya mbah kalau jalan jalan," katanya berseloroh."Iya punya ajudan sekarang," kataku membalas selorohnya.Ibuku tersenyum.Senyum yang sopan yang membanggakan ku dan membuatku bahagia, jika ibuku bisa tersenyum itu tandanya ia baik baik saja.Kami melanjutkan jalan pagi.Aku berpikir, jangankan ajudan, bahkan aku rela menjadi apa saja yang kau mau bu untuk kesehatan dan kebahagiaanmu.
Memilihkan makanan yang baik, mengatur istirahat dan kegiatan, mengatur acara pengajian, mengatur kontrol rutin, bahkan aku rela menyicipi makanan untukmu apakah itu layak kau makan atau tidak, pedas atau tidak, asam atau tidak, keras atau tidak, basi atau tidak, bu.
Seperti kemaren malam saat kakakku datang dan mengajak ibuku untuk makan di luar.Setelah kupastikan ayam goreng itu lunak dan kupotong kecil kecil aku minta ibuku untuk segera makan. Aku beralih mencicipi ikan nila yang kulihat sudah dingin.Kucomot dagingnya sedikit dan ternyata sebagian durinya ikut , aku masukan ikan tak berdosa itu ke mulutku. Lidahku langsung merasakan sesuatu tidak beres, perutku mual, aku ambil tissu dan kutumpahkan semua daging ikan nila itu ke tissu."Kenapa" kata ibuku, "gapapa Bu" kataku, "yang ini jangan dimakan," kataku lagi . Perutku terasa memberontak, aku berusaha makan beberapa suap nasi putih untuk menghilangkan rasa dan bau di mulutku . Ya Allah, bahkan nasi, lalapan dan ayam ibuku yang sudah kupotong kecil kecilpun rasanya jadi sama busuknya di mulutku dengan nila yang kucicipi tadi.
Pagi ini aku bersiap siap untuk perjalanan pulang ke Bogor. Perutku rasanya sakit, kembung. Maghku juga kambuh, rasanya perih dan jari jari tangan dan kakiku kesemutan.Apakah aku keracunan nila ?
Aku ke dapur mencari beberapa potong kunyit, ku tumbuk dengan alat seadanya, kuseduh dengan air panas dispenser, ku minum dengan bismillah.Ya Allah aku mohon kesembuhanmu.Satu jam berselang, perutku mulai terasa nyaman dan aku ingin makan. Beberapa suap masuk.Perutku terasa perih. Aku tidur. "Kamu sakit" kata ibuku."Tidak Bu," kataku agar ibuku tak panik. "Aku ngantuk". Kuganjal perutku dengan bantal.Karena tak kunjung nyaman aku ke dapur lagi menumbuk kunyit , kuminum dengan bismillah.Aku tertidur.Ya Allah sembuhkanlah.
Malam itu di kereta Bengawan yang penuh sesak, aku menahan sakit di perutku.Alhamdulillah aku mendapat kursi di pinggir sehingga bisa selonjoran.
Perjalanan yang harusnya tak begitu panjang serasa sangat panjang, hingga ahirnya aku bisa menikmati karunia Allah di rumah, kasur empuk, anak anak yang melayani, dan yang pasti istirahat.
Badanku terasa fress setelah istirahat, tapi tidak dengan perutku.Magh ini kalau sudah kambuh akan menemaniku dalam beberapa hari.Dan dia akan diusir oleh kunyit yang kutumbuk sendiri.
اللهم رب الناس أذهب البأس و اشف و أنت الشافي لا شفاء إلا شفاؤك شفاء لا يغادر سقما
"Ya Allah, Rabb sekalian manusia, hilangkanlah sakit ini dan sembuhkanlah, Engkaulah maha penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhanMu, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas"
Kupikir magh ini tak seberapa bu, saat kuingat senyuman tulusmu, senyum bahagia dan senyum sehatmu.Semoga kau semakin pulih dan bisa berangkat haji Bu.Aku selalu mendoakanmu semoga engkau panjang umur, umur yang bermanfaat.
Aku belajar bu, kebahagiaan sejati adalah doa dan usaha untukmu.
Komentar
Posting Komentar