Rapel vs Upgrade

 


Masa muda adalah masa dimana kita berkembang.Maka masa muda adalah masa dimana kita bergerak bukan mager.Saat seseorang terlalu banyak mager sedangkan kesempatan berkembang terbuka lebar, apa yang kira kira akan terjadi?

Kalau ia menyadarinya maka ia akan mengejar ketertinggalan.Kalau tidak maka ma'assalamah.

Rapel adalah keinginan yang membutuhkan dorongan yang kuat dan energi untuk mengejar ketertinggalan kita.

Seseorang yang terlalu santai dan tidak belajar ( belajar apapun itu misalnya Al Quran.Bahasa Arab, Inggris, Fiqh, hadis,Ilmu umum dll), baik itu minat dia atau bukan, maka ia akan merasa sangat tertinggal.Kadang ia akan berfikir bagaimana merapel belajar agar tidak tertinggal?Bisakah ? Mampukah ? Sulitkah atau itu hal yang mudah?Kalau mudah pasti banyak orang  merapel ketertinggalan.


Upgrade

Karena merapel berat itulah kukira ada istilah upgrade.Seseorang yang belajar harus terus mengupgrade kemampuannya, menambah ilmunya sedikit demi sedikit secara konstan dan terukur sehingga tidak ada tekanan dalam belajar.

Ketika seseorang terlalu banyak "mager" (malas gerak) di masa muda, saat peluang berkembang terbuka lebar, mereka berisiko tertinggal. Jika menyadari ketinggalan, mereka mungkin termotivasi untuk "merapel" atau mengejar ketertinggalan dengan usaha keras. Namun, jika tidak, mereka bisa kehilangan kesempatan berharga, seperti dikatakan "ma'assalamah" (selamat tinggal pada peluang).


Merapel: Mengejar ketertinggalan membutuhkan dorongan besar, energi, dan disiplin. Contohnya, seseorang yang jarang belajar mungkin merasa tertinggal di bidang akademik atau keterampilan. Bisakah merapel? Bisa. Mampukah? Tergantung tekad dan usaha. Sulitkah? Cukup sulit, karena merapel menuntut intensitas tinggi dalam waktu singkat, seperti belajar maraton untuk mengejar materi yang terlewat. Tidak mudah, karena kalau mudah, banyak orang sudah melakukannya tanpa hambatan. Tantangannya adalah menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan.

Upgrade: Berbeda dengan merapel, upgrade adalah pendekatan proaktif. Ini tentang meningkatkan kemampuan secara bertahap, konsisten, dan terukur. Misalnya, belajar sedikit setiap hari, mengasah keterampilan baru, atau mengikuti perkembangan terkini di bidang tertentu. Upgrade menghindari tekanan besar karena dilakukan secara alami dan berkelanjutan, seperti menabung ilmu sedikit demi sedikit. Dengan upgrade, seseorang tidak perlu merapel karena mereka sudah selangkah lebih maju.


Jadi, merapel adalah solusi reaktif untuk mengejar ketertinggalan, tapi sulit dan penuh tekanan. Sebaliknya, upgrade adalah cara preventif yang lebih ringan dan efektif untuk terus berkembang tanpa merasa terbebani. Pilihan ada di tangan masing-masing: mengejar dengan terburu-buru atau membangun dengan konsisten.


Penutup

Mari kita pilih untuk terus upgrade, bukan terjebak dalam rapel. Semangat belajar harus terus menyala, jauhkan diri dari sifat mager. Orang yang merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki tidak akan pernah berkembang, bahkan tidak terpuji. Sebaliknya, mereka yang haus ilmu, yang selalu merasa "tak tahu apa-apa", justru akan terus maju. Semakin kita belajar, semakin kita sadar betapa luasnya ilmu Allah, dan betapa kecilnya pengetahuan kita.

Jadi, ambillah bagianmu dari ilmu seluas samudra itu, semampu yang kamu bisa, dengan memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah. Ucapkan ma'assalamah pada kemalasan, dan sambut ahlan wa sahlan untuk istiqamah dalam mengejar ilmu. Tetap semangat, terus berkembang, dan jangan berhenti belajar!


Refleksi diri, wahai diri jangan malas dan banyak santai setua apapun kamu

Komentar

Posting Komentar