Waktu Terus Berjalan
Hari ke-6 Ibuku di Madinah
Tak terasa, ini hari ke 6 ibuku berada di kota Madinah, kota Nabi dengan segala kenanganku juga di sana. Aku bisa bayangkan ibuku di atas kursi roda bersama Mba Ratih, pendamping haji yang sangat istimewa, menyusuri jalanan luas menuju Masjid Nabawi. Mereka semua tersenyum bahagia menuju haribaan-Nya. Ruku dan sujud memuja-Nya, bermunajat dengan khusyuknya.
Kota Nabi memang kota yang berkesan, tak begitu ramai dan suasananya syahdu dan sejuk.
Grup haji selalu dipenuhi dengan lantunan-lantunan doa untuk kesehatan dan kemudahan semua jamaah haji. Pak Arif, petugas kesehatan di kloter 8 tak henti-hentinya melantunkan doa-doa khusus buat jamaah. Ia berharap tak ada satupun jamaah haji kloter 8 yang akan naik ambulans bersamanya. Aku tersenyum membaca doa-doa beliau, ada perasaan bahagia dengan ketulusan beliau pada doa-doa yang dilantunkan. Terharu.
Status WA dokter Fitriya, dokter kloter 8 menjadi langgananku, status yang adem, gambar beliau sangat real menggambarkan kondisi para jamaah haji, doa-doanya terus dilantunkan berisi permohonan kemudahan, kesehatan, kemabruran dan doa-doa lain yang terus mengalir. Adem.
Sepertinya haji tahun ini Allah kirim malaikat-malaikat khusus bagi para jamaah, jamaah yang 60 berbanding 40, 60% lansia, itu berita yang aku terima saat ibuku masuk KBIH.
Semoga Allah selalu menjaga ibuku, jamaah risti yang sedang menjalankan ibadah bermunajat di tanah suci dan juga seluruh jamaah haji Indonesia. Aamiin.
Doa dari kejauhan untuk para tamu Allah:
Ya Allah, yang Maha Menyaksikan...
Di sepertiga malam-Mu, sampaikan salamku pada ibuku lewat angin Madinah. Bisikkan padanya bahwa anaknya di sini baik-baik saja, dan doanya tak pernah putus.
Ya Rahman, luaskan jalan untuk kursi rodanya. Sejukkan udara untuk napasnya. Ringankan ibadah untuk tubuhnya yang renta. Untuk Mba Ratih, Pak Arif, dan dokter kloter 8, tulis nama mereka sebagai penjaga-penjaga Baitullah. Balas tulus mereka dengan surga-Mu.
Untuk 60% lansia di kloter 8, jadikan setiap langkah tertatih mereka sebagai penghapus dosa. Jadikan setiap dzikir lirih mereka sebagai tiket ke Jannah-Mu.
Kami di rumah menitipkan rindu lewat doa. Engkaulah sebaik-baik Penjaga. Aamiin ya Rabbal Alamin.
#haji2026 #MadinahtukIbuku #kloter8 #doaanakdirantau
Komentar
Posting Komentar